“Abdullah bin Abbas adalah pemuda yang dewasa, mempunyai lisan yang selalu
bertanya dan akal yang sangat cerdas” (Umar bin Khattab)

Keilmuannya yang dalam, membuatnya
banyak menyandang berbagai julukan dari orang-orang yang mengenalnya. Misalnya,
Hibrul Ummah yang berarti pemimpin umat, Faqihul Ashr -orang yang paling pandai
memahami agama dimasanya. Imam Tafsir, kemudian al-Bahr yang berarti lautan,
hal ini karena beliau menguasai ilmu fiqih, tafsir dan tawil Quran. Dan masih
banyak lagi julukan yang menghinggapi dirinya. Adapun yang paling menonjol dari
beliau adalah dibidang tafsir, dan termasuk sahabat yang lebih pandai dalam
bidang ini.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
olehnya, pernah suatu ketika ia diundang oleh Umar bin Khattab bersama
pasukan-pasukan badar yang umurnya jauh diatasnya, salah satu darinya bertanya
kepada Umar “Kenapa pemuda ini dimasukkan dalam kelompok kita, padahal kita
juga mempunyai anak yang sebaya dengannya?". Umar menjawab, "Itu
menurut pendapat anda sekalian".
Pada hari yang lain, Umar kemudian bertanya kepada para sahabat untuk
menunjukan kelebihan dari Ibnu Abbas
"Apakah komentar anda terhadap firman Allah: "Apabila telah
datang kemenangan dan pertolongan dari Allah?" (Surat An-Nashr). Salah
seorang diantara mereka menjawab, "Kami diperintah untuk memuji dan
memohon ampunan kepada Allah bila kita mendapat pertolongan dan
kemenangan". Para sahabat yang lain terdiam semuanya, lantas Umar bertanya
kepada Ibnu Abbas, "Apakah komentarmu juga seperti itu wahai Ibnu
Abbas?" Ibnu Abbas menjawab, "Tidak" Umar bertanya lagi,
"Lalu bagaimana komentarmu?" Ibnu Abbas menjawab, "Itu adalah
saat kewafatan Rasulullah Saw yang diberitahukan oleh Allah kepadanya."
Allah berfirman; "Apabila telah datang pertolongan dan kemenangan dari
Allah, itu adalah suatu isyarat tanda dekatnya ajalmu wahai Muhammad, maka
sucikanlah dengan memuji Rabbmu dan memohonlah ampunan kepada-Nya, karena Dia
adalah Dzat yang Maha Penerima Taubat" Kemudian Umar berkata, "Saya
tidak tahu mengenai kandungan ayat ini melebihi apa yang kamu katakan" (HR
Bukhari).
Selang beberapa bulan kemudian, benarlah seperti yang dikatakan Ibnu Abbas,
Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah bertepatan saat ia baru berumur 15
tahun. Ini adalah satu bukti kecerdasan yang dimiliki Ibnu Abbas dalam bidang
tafsir, dan beliau juga seorang yang berfikiran sehat dan teguh memegang
amanat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar